HUBUNGAN STATUS KEPEGAWAIAN PERAWAT TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA RAWAT INAP RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA

Khaerul Amri

Abstract


Kinerja atau performance adalah usaha yang dilakukan dari hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing–masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika (Usman, 2011). Perawat yang bertugas selama 24 jam melayani pasien, serta jumlah perawat yang mendominasi tenaga kesehatan di rumah sakit, yaitu berkisar 40–60%. Oleh karena itu, rumah sakit haruslah memiliki perawat yang berkinerja baik yang akan menunjang kinerja rumah sakit sehingga dapat tercapai kepuasan pelanggan atau pasien (Swansburg, 2000 dalam Suroso, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat dengan status pegawai Honor, PNS dan Militer terhadap kinerja dan apakah ada hubungan terkait status kepegawaian perawat terhadap kinerja, penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RSAU dr. Esnawan Antariksa. Sampel dalam penelitian ini, semua perawat rawat inap di RSAU dr. Esnawan Antariksa yang berjumlah 61 Perawat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Chi Square  dengan tujuan menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel nominal dan mengukur kuatnya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel nominal lainnya. Data diambil menggunakan kuesioner self assesment kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukan analisis hubungan status kepegawaian dengan kinerja perawat pelaksana menunjukan bahwa perawat berstatus Militer (37,5%), PNS (44,1%), Honor 57,9%  berkinerja baik. Perbedaan ini secara statistic tidak signifikan dengan p value = 0,52 (pada α = 0,05) artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara status kepegawaian dengan kinerja perawat pelaksana di RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi 5,Jakarta : Rineka Cipta

Arwani. (2006), Manajemen bangsal keperawatan. Jakarta: EGC.

Azwar, S. (2011). Sikap Manusia : Teori dan pengukuramnnya. Jakarta : Pustaka Pelajar.

Badeni, 2014. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.

Baidoeri, S. (2003). Hubungan antara karakteristik individu, motivasi kerja perawat dan kepemimpinan kepala ruangan rawat inap dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSI Ashobirin Tangerang. Tesis. Jakarta. Program Pasca Sarjana Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit Tidak dipublikasikan

Bam, B (2008). Hubungan Gaya Kepemimpinan, komunikasi Interpersonal Kepala ruangan dengan iklim kerja di instalasi rawat inap RS. Karya Bakti Bogor. Tesis Jakarta: Program pasca sarjana FIK Ui tidak dipublikasikan

Casida, J., & Parkers, J. (2011). Staf nurse perceptions of nurse manager leadership styles and outcomes. Journal of Nursing Management Vo.19/No.19. Diunduh melalui http://web.ebscohost.com/ehost pada 12 Maret 2018

Denison, D.R. (2000) Organisational Culture Introduction. Philadelphia. Mosby Company

Gillies, DA. (1996). Nursing management a system a system approach. 2th ed, W.B Philadephia: Saunders Company

Hadi. M. (2003). Hubungan Penerapan Fungsi Manajemen dan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang dengan kinerja perawat pelaksana pada rumah sakit yang berbasis militer dan non militer di Jakarta Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana FIK- UI Tidak dipublikasikan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.